Jakarta – Peta organisasi kepemudaan nasional kembali memanas seiring rencana strategi yang disusun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di bawah kepemimpinan Putri Khairunnisa.
Perempuan pertama dalam sejarah yang menjabat Ketua Umum DPP KNPI ini dikabarkan memiliki kedekatan khusus dengan Rahayu Saraswati, keponakan dari Prabowo Subianto, yang kini digadang-gadang bakal menjadi tokoh kunci dalam bursa kepemimpinan pemuda pusat.
Kedekatan antara Putri Khairunnisa dan Saraswati dinilai banyak pihak sebagai sinergi kekuatan baru dalam tubuh organisasi kepemudaan. Langkah politik ini semakin nyata dengan munculnya kabar bahwa DPP KNPI versi Putri Khairunnisa akan segera mengepakkan sayap ke daerah.
Berdasarkan informasi dari Tim Pengurus DPP, KNPI akan mengadakan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Meski jadwal pasti pelaksanaan agenda besar tersebut belum terselesaikan karena masih dalam tahap persiapan teknis, kabar ini telah memicu perbincangan hangat di kalangan aktivis pemuda di Bumi Anoa.
Kehadiran KNPI versi Putri Khairunnisa di Sultra dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, terutama dengan latar belakang Nissa sebagai mahasiswa Pascasarjana Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI) dan pengalamannya sebagai Staf Kepresidenan.
Putri Khairunnisa sendiri merupakan sosok dengan deretan prestasi mentereng, mulai dari Miss Asia Indonesia 2017 hingga Putri Anti Narkoba.
Terpilihnya Nissa secara aklamasi dalam Kongres XVI KNPI di Ancol pada tahun 2022 lalu telah menjadi sejarah baru bagi gerakan pemuda di Indonesia.

Kini, dengan dukungan dari lingkaran strategi seperti Rahayu Saraswati, Nissa diprediksi akan membawa KNPI ke arah yang lebih politis namun tetap fokus pada ketahanan nasional dan kemajuan pemuda.
Masyarakat dan tokoh pemuda di Sulawesi Tenggara kini tengah menantikan kepastian tanggal pelaksanaan Musda tersebut. (red/pdn)


Tinggalkan Balasan