Kendari — Forum Aktivis Mahasiswa (Formakom) Sulawesi Tenggara–Jakarta mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan penipuan terhadap puluhan jemaah umrah asal Kota Kendari yang sempat terlantar di Madinah, Arab Saudi.

Di sisi lain, Formakom mengapresiasi langkah cepat Siska Karina Imran selaku Wali Kota Kendari yang turun langsung membantu 30 jemaah umrah asal Kendari yang mengalami kesulitan saat berada di Tanah Suci.

Tindakan wali kota yang memberikan bantuan konsumsi serta mencarikan penginapan bagi para jemaah dinilai mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan humanis dalam melindungi warganya, bahkan di luar wilayah Indonesia.

Namun, organisasi tersebut menilai insiden terlantarnya jemaah merupakan bentuk kegagalan serius dari pihak biro perjalanan umrah Travelina Indonesia yang diduga tidak menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan janji layanan kepada jemaah.

Direktur Eksekutif Formakom Sultra–Jakarta, Irsan Aprianto Ridham, menegaskan persoalan ini tidak boleh berhenti pada bantuan kemanusiaan semata. Ia meminta negara hadir melalui penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Fakta bahwa puluhan jemaah, termasuk lansia, terlantar tanpa kejelasan hotel dan konsumsi merupakan tindakan tidak manusiawi dan berpotensi melanggar hukum,” ujarnya.

Formakom Sultra–Jakarta menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, yakni mengusut tuntas biro perjalanan umrah yang memberangkatkan jemaah asal Kendari dan diduga lalai serta merugikan jemaah secara materiil maupun immateriil, menindak tegas pihak yang terbukti melakukan penipuan atau pengabaian tanggung jawab, mengevaluasi hingga mencabut izin operasional travel yang tidak memenuhi standar pelayanan, serta memperkuat pengawasan pemerintah terhadap seluruh biro perjalanan umrah agar kejadian serupa tidak terulang.

Formakom juga mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah dengan memastikan legalitas perusahaan, kejelasan kontrak layanan, serta rekam jejak pelayanan sebelum mendaftar.

Organisasi tersebut menegaskan komitmennya mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan pertanggungjawaban dari pihak travel. Sebagai bentuk penyampaian aspirasi, Formakom Sulawesi Tenggara–Jakarta juga berencana menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta.

Mereka menilai peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa pelayanan ibadah tidak boleh dijadikan praktik bisnis yang mengorbankan keselamatan dan martabat jemaah mk

Keberangkatan umrah disebut sebagai perjalanan spiritual yang harus dijamin kenyamanan dan keamanannya, bukan justru menjadi sumber penderitaan di negeri orang. (res)

9 / 100 Skor SEO