KENDARI, – Keringat, kerja keras, dan ambisi besar menjadi kata kunci seleksi pemain futsal yang digelar Asosiasi Futsal Kota Kendari (AFK).

Di balik agenda ini, sosok Ketua AFK Kendari, Dr. Ir. Syukriyanto, tampil sebagai motor penggerak pembinaan talenta muda yang diproyeksikan menghadapi Porprov 2026 hingga PON.

Bagi Syukriyanto, seleksi bukan sekadar mencari pemain terbaik, tetapi membangun fondasi masa depan futsal daerah.

Ia menegaskan AFK Kendari ingin melahirkan tim yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang secara mental dan taktik.

“Seleksi ini bagian dari persiapan menghadapi Porprov 2026 sekaligus regenerasi atlet. Usia peserta merupakan golden age bagi atlet futsal dan menjadi investasi jangka panjang,” tegas Syukriyanto, kepada perdetiknews, Senin 23 Februari 2026.

Menurut Syukriyanto, pemain yang ingin memperkuat tim Kota Kendari harus memenuhi sejumlah standar utama.

Di level kompetisi daerah seperti Porprov, kemampuan dasar bukan lagi fokus utama pelatih. Pemain dituntut memiliki kontrol bola yang baik, akurasi passing tinggi, serta pemahaman posisi yang matang.

Pelatih lebih menitikberatkan strategi memenangkan pertandingan.

Selain kemampuan teknis, kondisi fisik menjadi syarat mutlak. Pemain harus memiliki daya tahan tinggi atau VO2 max yang baik, kecepatan, kelincahan, hingga explosiveness untuk menghadapi tempo permainan futsal modern yang cepat dan dinamis.

Kemampuan membaca permainan juga menjadi perhatian. Pemain harus mampu mengambil keputusan cepat, memiliki visi bermain yang baik, serta mampu beradaptasi dengan situasi pertandingan.

Tak kalah penting, aspek mental dan karakter juga menjadi penilaian utama. Turnamen Porprov dikenal sarat tekanan dan gengsi antar daerah sehingga disiplin, fighting spirit, serta kemampuan bekerja sama dalam tim menjadi faktor penentu.

“Tim kuat lahir dari karakter yang kuat. Teknik bisa dilatih, tetapi mental juara harus dibentuk sejak awal,” ujarnya.

Tak hanya seleksi, Syukriyanto juga menyiapkan sistem pembinaan berjenjang bagi pemain yang terpilih.

Program tersebut meliputi fase persiapan umum yang fokus pada peningkatan fisik dan teknik dasar, fase persiapan khusus dengan penguatan sistem rotasi, set piece, dan transisi permainan, hingga fase kompetisi melalui uji coba dan penerapan strategi power play.

Pembinaan nonteknis seperti sport science, manajemen tim, psikologi olahraga, serta pemulihan fisik juga menjadi bagian penting dari program.

Menurutnya, pendekatan ilmiah dan profesional diperlukan agar futsal Kendari mampu bersaing dengan daerah kuat di kawasan timur Indonesia seperti Makassar, Kalimantan, dan Papua.

Syukriyanto optimistis futsal di Kota Kendari terus berkembang meski persaingan semakin ketat. Ia menilai konsistensi pembinaan menjadi kunci utama untuk meningkatkan prestasi.

“Harapan kami, atlet yang mengikuti seleksi benar-benar serius menunjukkan potensi terbaiknya. AFK Kendari ingin membentuk tim sesuai target sekaligus menciptakan regenerasi atlet futsal,” katanya.

Dengan visi jangka panjang tersebut, Syukriyanto menegaskan bahwa pembinaan futsal bukan hanya tentang prestasi sesaat, tetapi juga tentang masa depan olahraga daerah.

Seleksi ini menjadi bukti bahwa AFK Kendari tak sekadar mencari pemain, melainkan tengah menyiapkan generasi baru futsal Sulawesi Tenggara yang siap bertarung dan membawa nama daerah ke level lebih tinggi. (red)

16 / 100 Skor SEO