Buton Tengah – Pembangunan Jembatan yang menghubungkan Pulau Buton dan Pulau Muna diproyeksikan menjadi tonggak sejarah baru bagi konektivitas di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, berharap proses pembangunan fisik jembatan tersebut dapat berjalan sesuai rencana pada tahun ini, menyusul komitmen yang sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum.
Kehadiran jembatan ini diyakini tidak hanya sekedar infrastruktur fisik, melainkan akan menjadi ikon kebanggaan bagi masyarakat di kedua pulau.
Dari sisi ekonomi, jembatan ini diprediksi menjadi pemicu utama kebangkitan sektor pariwisata. Dengan adanya pengakuan dunia terhadap Gua Liangkabori di Muna, akses yang lebih mudah melalui jembatan akan mengintegrasikan destinasi tersebut dengan ikon wisata lain seperti Benteng Keraton Buton.
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah melihat potensi besar pada penataan kampung-kampung tua eks kerajaan masa lalu serta aneka destinasi gua dan pantai yang tersebar di wilayah tersebut.
Selama ini, kendala akses antar pulau dinilai menjadi salah satu kendala dalam memaksimalkan kunjungan wisatawan yang ingin mengeksplorasi kekayaan budaya dan alam di pulau kembar Muna dan Buton.
Selain pariwisata, keberadaan jembatan ini akan memberikan dampak signifikan bagi sektor perikanan dan kelautan. Distribusi hasil laut antar pulau akan menjadi jauh lebih mudah dan efisien, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di kedua wilayah tersebut.
Kelancaran arus barang ini diharapkan tidak mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Lebih jauh lagi, rencana jangka panjang pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Muna dengan daratan Kendari akan melengkapi integrasi wilayah Sulawesi Tenggara. Jika seluruh infrastruktur penghubung ini terealisasi, maka wilayah Sultra akan terhubung sepenuhnya tanpa sekat geografis yang selama ini memisahkan pulau-pulau utamanya.
Bupati Azhari mengajak seluruh pihak untuk mendukung lancarnya strategi proyek ini agar tidak menemui kendala berarti. Dengan terhubungnya jalur transportasi darat secara terpadu, percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara diyakini akan bergerak lebih dinamis dan berkelanjutan. (red)


Tinggalkan Balasan