Kendari – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong PT Indonesia Pomala Industry Park (IPIP) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Penguatan hilirisasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi poin utama dalam sinergi ini.

Kepala Disperindag Sultra, Sukanto Toding menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri adalah kunci utama pembangunan ekonomi di “Bumi Anoa”. Ia mengapresiasi keterbukaan manajemen IPIP dalam menyelesaikan koordinasi.

“Kami mengapresiasi manajemen IPIP yang telah menerima kunjungan ini. Kolaborasi pemerintah dan perusahaan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Sukanto dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Sukanto menegaskan, Pemprov Sultra berkomitmen menjadikan daerahnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus utamanya adalah penguatan hilirisasi di tiga sektor: pertanian, industri, dan pariwisata.

Di sektor pertanian, hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao menjadi prioritas. Langkah ini diambil guna meningkatkan nilai tambah produk lokal, mengingat Sultra memiliki potensi kakao yang besar, khususnya di Kabupaten Kolaka Utara.

Tak hanya industri besar, Disperindag juga mendorong hilirisasi berbasis masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan diharapkan mampu memperkuat UMKM dan menumbuhkan industri turunan di sekitar kawasan industri.

“Pertumbuhan industri di Sultra diharapkan memberi efek berganda ( multiplier effect ) bagi sektor lain, termasuk pariwisata,” tuturnya.

Menangapi hal itu, Chief Operating Officer IPIP, Zhou Hai menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan di Sultra melalui investasi dan program sosial. Meski memastikan kawasan industri tersebut belum beroperasi penuh, ia memberikan kontribusi kepada masyarakat tetap berjalan.

“Kami berkomitmen mendukung pembangunan daerah dan terbuka untuk koordinasi lanjutan dengan pemerintah daerah,” tegas Zhou Hai. (det)

12 / 100 Skor SEO