KENDARI, – Seleksi tim futsal Kota Kendari menuju Porprov 2026 mulai dipanaskan. Asosiasi Futsal Kota Kendari membuka pintu bagi talenta muda terbaik Sulawesi Tenggara untuk unjuk kemampuan dan memperebutkan satu tempat di skuad utama.

Atmosfer kompetitif dipastikan terasa sejak hari pertama seleksi yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 April 2026 di ASR Sport Center, Jalan Singa, Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Seleksi dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai dan diperuntukkan bagi pemain kelahiran 2006 hingga 2010 dengan syarat berdomisili di Sulawesi Tenggara.

Ketua Asosiasi Futsal Kota Kendari, DR. Ir. Syukriyanto, ST, M.Si, IPM, menegaskan seleksi ini bukan sekadar mencari pemain berbakat, tetapi membentuk tim tangguh yang siap bersaing di ajang Porprov hingga level nasional.

“Di level kompetisi seperti Porprov, pemain harus sudah matang secara teknik, fisik, dan mental. Bukan lagi belajar dasar, tetapi bagaimana memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Syukriyanto menjelaskan, ada sejumlah indikator utama dalam penilaian pemain. Dari sisi teknis, peserta harus memiliki kontrol bola yang baik, akurasi passing, serta pemahaman posisi yang matang.

Selain itu, kapasitas fisik menjadi faktor krusial. Pemain dituntut memiliki daya tahan tinggi (VO2 max), kecepatan, kelincahan, dan daya ledak untuk menghadapi tempo permainan futsal modern yang cepat dan intens.

Tak kalah penting, kecerdasan bermain juga menjadi sorotan tim pelatih. Kemampuan mengambil keputusan cepat, visi permainan, hingga adaptasi terhadap strategi lawan menjadi nilai plus bagi peserta seleksi.

“Porprov adalah turnamen penuh tekanan. Karena itu mentalitas, disiplin, fighting spirit, dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi syarat mutlak,” tegasnya.

Regenerasi dan Investasi Jangka Panjang
Pemilihan kelompok usia 2006–2010 bukan tanpa alasan.

Usia tersebut dinilai sebagai masa emas perkembangan atlet sekaligus bagian dari strategi regenerasi jangka panjang futsal Kota Kendari.

Program pembinaan pun telah disiapkan secara bertahap, mulai dari fase persiapan umum yang fokus pada fisik dan teknik dasar, fase persiapan khusus dengan penguatan taktik seperti rotasi dan set piece, hingga fase kompetisi melalui uji coba dan simulasi pertandingan.

Pembinaan non-teknis seperti sport science, manajemen tim, psikologi, dan pemulihan fisik juga menjadi bagian penting.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing futsal Kendari yang selama ini menghadapi persaingan ketat dengan tim-tim kuat di kawasan timur Indonesia seperti Makassar, Kalimantan, dan Papua.

Melalui seleksi terbuka ini, AFK Kendari menargetkan terbentuknya tim solid yang mampu menjawab tantangan kompetisi sekaligus menjadi fondasi pembinaan berkelanjutan.

“Harapan kami, atlet yang ikut seleksi benar-benar menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami ingin membentuk tim sesuai target, sekaligus investasi masa depan futsal Kendari,” kata Syukriyanto.

Seleksi ini menjadi kesempatan emas bagi pemain muda Sulawesi Tenggara untuk menunjukkan kualitas sekaligus membuka jalan menuju panggung kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Porprov hingga Pra-PON dan PON.

Persaingan dipastikan ketat. Lapangan akan menjadi panggung pembuktian siapa yang siap bertarung, dialah yang bertahan. (red).

63 / 100 Skor SEO