KENDARI, – Wakil Ketua Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari (AYP), menegaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wujud kepedulian Kadin terhadap masyarakat, terutama menjelang bulan puasa.
Kegiatan ini didukung Kadin Sultra di bawah pimpinan Anton Timbang, dengan melibatkan sejumlah UMKM lokal.
“Program Gerakan Pangan Murah ini adalah program dari Kadin Indonesia bekerja sama dengan stakeholder terkait. Kita ada MOU dengan Kemendagri, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional. Kadin Provinsi Sultra sudah melaksanakan GPM ini untuk kedua kalinya,” kata AYP dalam wawancara dengan perdetiknews, Kamis (13/2/2026).
AYP menjelaskan, program ini bertujuan meringankan beban masyarakat dengan menyediakan bahan pokok harga murah dan memberdayakan UMKM.
“Harapannya kegiatan Kadin ini bisa mengurangi beban masyarakat. Selama dua hari, ada 12.000 paket, mungkin akan bertambah. Kita dari Kadin siap mendukung,” ujarnya.
Komoditas yang disiapkan antara lain beras, telur, gula, dan minyak goreng, kebutuhan pokok yang paling banyak dicari masyarakat. Selain itu, berbagai UMKM lokal juga dilibatkan, mulai dari jajanan pasar hingga makanan rumahan.
“Inilah bukti kepedulian nyata Kadin Sultra terhadap UMKM. Peningkatan ekonomi masyarakat diharapkan bisa meningkat sehingga tercipta suasana kondusif,” jelas AYP.
Terkait mekanisme pembelian, AYP menegaskan ada pengaturan proporsional.

“Yang bisa membeli di sini untuk kebutuhan rumah, bukan untuk dijual. Tujuannya meringankan beban rumah tangga masyarakat,” katanya.
Selain Kendari, AYP berharap kegiatan serupa dapat digelar di daerah lain.
“Kadin harus bersinergi dengan pemerintah. Kadin Indonesia bersinergi dengan Presiden dan jajarannya, Kadin Provinsi bersinergi dengan kepala daerah, Gubernur, dan harapan kita di kabupaten dan kota juga bersinergi,” tuturnya.
AYP menambahkan, program serupa kemungkinan akan kembali digelar menjelang Idulfitri dan selama bulan puasa.
“Selama teman-teman komitmen dan itu menjadi kebutuhan, Kadin sangat peduli. Bukti nyata hari ini adalah GPM menjelang bulan puasa Ramadan, dan kegiatan ini akan dilakukan di beberapa daerah, bukan hanya di Sultra,” pungkasnya.
Dari pantauan perdetiknews, warga sudah memenuhi lokasi dan menunggu GPM dibuka.
Ketua Panitia GPM Kadin, Haikal, menambahkan, sebanyak 25 UMKM lokal dilibatkan, dan Bulog menyiapkan beras SPHP sebanyak 3.000 sak atau sekitar 15.000 kilogram untuk dua hari kegiatan, dijual di bawah harga pasar.
Program ini juga sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mengintervensi inflasi di tiga kabupaten/kota di Sultra, yakni Kolaka, Kendari, dan Baubau.
Berdasarkan data, pada Januari 2026 Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami inflasi year-on-year sebesar 5,10 persen dengan IHK 110,37.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 6,75 persen (IHK 112,65), sedangkan inflasi terendah di Kabupaten Konawe sebesar 3,79 persen (IHK 109,58).
Inflasi y-on-y terjadi karena kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran, antara lain makanan, minuman, dan tembakau (5,03%); perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (17,35%); kesehatan (2,35%); transportasi (1,76%); informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,13%); rekreasi, olahraga, dan budaya (1,54%); pendidikan (4,96%); penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,45%); serta perawatan pribadi dan jasa lainnya (12,39%).
Kelompok yang mengalami deflasi adalah pakaian dan alas kaki (0,69%) serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,12%).
Sementara itu, inflasi month-to-month dan year-to-date masing-masing tercatat sebesar 0,69 persen.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, Kadin berharap harga kebutuhan pokok bisa lebih stabil dan membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga. (red)


Tinggalkan Balasan