Kolaka – Manajemen PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) memastikan para korban dalam insiden tenaga kerja di kawasan industri IPIP Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, resmi diangkat menjadi karyawan perusahaan dan tidak lagi berstatus sebagai tenaga outsourcing subkontraktor.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan sekaligus komitmen IPIP dalam memberikan kepastian kerja dan perlindungan bagi tenaga kerja lokal pascainsiden yang sempat terjadi di area proyek.

GM Eksternal PT IPIP Pomalaa, Dr. Saefuddin Muslimin, S.AB, M.M, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan hubungan kerja yang dilakukan secara menyeluruh setelah penanganan insiden melalui jalur hukum dan pendekatan adat.

“Manajemen memastikan korban akan diterima kembali bekerja sebagai karyawan PT IPIP, bukan lagi outsourcing, sesuai dengan keterampilan yang dimiliki setelah kondisi kesehatannya pulih sepenuhnya,” kata Saefuddin kepada perdetiknews, Jumat (30/1/2026).

Saefuddin menjelaskan, sebelumnya para korban merupakan tenaga kerja outsourcing yang berada di bawah perusahaan subkontraktor.

Namun, setelah evaluasi internal dan koordinasi dengan berbagai pihak, IPIP memutuskan untuk mengambil alih status ketenagakerjaan para korban secara langsung.

Selain pengangkatan sebagai karyawan, IPIP juga menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga dinyatakan pulih dan siap kembali bekerja.

Proses pemulihan hubungan kerja tersebut, kata dia, dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

“Ini bentuk komitmen kami untuk memastikan tenaga kerja merasa aman dan mendapatkan kepastian kerja. Kami ingin memastikan kejadian ini tidak terulang,” ujarnya.

Pascainsiden, IPIP juga memperkuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan konflik dan pembinaan tenaga kerja, termasuk memperluas program induksi budaya bagi kontraktor dan subkontraktor yang beroperasi di kawasan industri.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, IPIP Pomalaa saat ini mendapat dukungan pengamanan dari Brimob, Polda Sultra, Polres Kolaka, serta Kodim setempat.

Manajemen juga terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam menjaga stabilitas kawasan.

Manajemen IPIP menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut dilakukan agar iklim investasi di kawasan industri Pomalaa tetap aman, stabil, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan hak-hak tenaga kerja terlindungi dengan baik. (red)

23 / 100 Skor SEO