KENDARI – Sore di penghujung tahun 2025, lobi Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara berubah menjadi ruang diskusi tanpa sekat.

Di sana, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) duduk bersama puluhan jurnalis, membedah rapor 10 bulan kepemimpinannya. Bukan sekadar angka di atas kertas, ia memaparkan sebuah gaya kepemimpinan yang anomali: keras pada infrastruktur target, namun melunak pada nasib rakyat kecil.

“Saya ini produk baru, tapi orang lama,” ujar ASR berseloroh.

Kalimat ini merujuk pada jabatan sebagai gubernur anyar yang didukung rekam jejak panjang sebagai mantan Danrem dan Kabinda di Sultra. Ia ingin menegaskan bahwa masa pengabdiannya adalah kelanjutan cintanya di Bumi Anoa, bukan sekadar urusan jabatan politik.

Salah satu kejutan terbesar dalam laporan kinerjanya adalah transparansi mengenai hak finansial pribadi. ASR secara terbuka menyatakan bahwa seluruh gaji dan uang operasional gubernur tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan dihibahkan sepenuhnya untuk program beasiswa.

Langkah filantropi ini memberikan dampak nyata:

  • Capaian 2025: Beasiswa Rp4 miliar telah mendarat di tangan pelajar SMA/SMK/SLB yang membutuhkan.

  • Target 2026: Anggaran melonjak drastis hingga Rp10 miliar .

“Tahun depan kami targetkan Rp10 miliar. Tidak boleh ada lagi alasan anak-anak kita putus sekolah karena biaya,” tegasnya.

Dengan total 471 SMA, 176 SMK, dan 85 SLB di Sultra, beasiswa ini diproyeksikan menjadi tulang punggung bagi siswa miskin dan berprestasi hingga ke pelosok daerah.

Di sektor fisik, ASR menunjukkan disiplin militer dalam menyelesaikan proyek. Dalam 10 bulan, Pemprov Sultra telah menyulap 36 kilometer jalan provinsi yang sebelumnya rusak menjadi jalan mantap melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi.

Namun, ia belum puas. “Ini baru 10 bulan. Kalau sudah satu tahun, lain lagi. Tahun depan target kami minimal 40 kilometer jalan provinsi,” tambahnya.

Efisiensi kerja juga terlihat di sektor pengairan. Seluruh paket pekerjaan irigasi tahun 2025 tercatat mencapai kemajuan fisik 100 persen .

Hal ini mencakup rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan talud pengamanan pantai, hingga normalisasi sungai—langkah krusial untuk menjaga pelestarian pangan dan mitigasi bencana di Sultra.

Kerja nyata dalam waktu singkat ini berbuah manis dengan sederet penghargaan prestisius sepanjang 2025:

  • Bina Marga Sutami Award 2025: Peringkat Ketiga Nasional kategori Kinerja Jalan Terbaik.

  • Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025: Bukti transparansi pemerintahan.

  • Baznas Award 2025: Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.

  • Top BUMD Awards 2025: Penghargaan Top Pembina BUMD.

  • Piagam Literasi: Apresiasi dari Agen Literasi Indonesia (Kemendikdasmen).

Menutup diskusi, ASR menegaskan bahwa segala kebijakan yang diambilnya bukan untuk mengejar tepuk tangan, melainkan berlandaskan nilai integritas. “Saya hanya memegang dua prinsip dalam memimpin: kebenaran dan kebaikan,” tutupnya.

Diskusi akhir tahun ini menjadi bukti bahwa di tangan “orang lama” yang membawa semangat “produk baru”, Sulawesi Tenggara sedang mencoba berlari kencang—membangun jalan dengan teknologi, dan membiayai sekolah dengan hati. (red)

59 / 100 Skor SEO