JAKARTA, Perdetiknews.com – Nama Raffi Ahmad kini tidak hanya lekat dengan dunia hiburan, tetapi juga menjelma sebagai salah satu pemain kunci di dunia bisnis nasional. Melalui bendera RANS, pria yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden tersebut tercatat telah membangun sedikitnya 35 perusahaan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020–2024).
Berdasarkan data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) dan laporan publik, ekspansi bisnis Raffi Ahmad bersama sang istri, Nagita Slavina, bergerak masif dari sektor media hingga merambah ke lini gaya hidup, kosmetik, hingga kuliner.
Perjalanan jaringan formal RANS dimulai pada tahun 2020 dengan berdirinya PT Rans Media Indonesia dan PT Rans Animasi Indonesia . Dua perusahaan ini fondasi menjadi awal transformasi RANS dari sekadar saluran YouTube menjadi entitas bisnis yang serius.
Puncak ledakan bisnis terjadi pada tahun 2021 dan 2023. Pada tahun 2021, Raffi mendirikan sekitar 10 perusahaan, termasuk merambah ke dunia olahraga melalui PT Rans Prestisius Klub Sepak Bola (RANS Nusantara FC) dan PT Rans Olahraga Digital .
Memasuki tahun 2023, intensitas pembentukan perusahaan mencapai titik tertinggi. Sedikitnya 11 perusahaan baru didaftarkan, mulai dari sektor jaringan (network) hingga kuliner seperti PT RFA Rojo Sambal Indonesia .
Diversifikasi Lini Usaha
Analisis terhadap portofolio RANS menunjukkan strategi diversifikasi yang sangat luas:
Hiburan & Media: Rans Entertainment, Rans Animasi.
Olahraga: Rans Prestisius Klub Sepak Bola, Rans Olahraga Digital.
Gaya Hidup & Kosmetik: Rans Kosmetika Indonesia, Rans Cantik Indonesia.
Kuliner (F&B): Rans Boga Indonesia, Sultan Pangan Perkasa, Rojo Sambal.
Investasi & Manajemen: Rans Kapital Indonesia, Rans Bisnis Indonesia.
Pada tahun 2024, Raffi tetap aktif menambah barisan perusahaannya dengan mendirikan PT RFA Sieber Internasional dan PT Sultan Pangan Perkasa . Masuknya RANS ke sektor pangan menunjukkan ambisi konglomerasi ini untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Meski demikian, hingga tahun 2025, data publik mengenai perusahaan baru yang didirikan belum terverifikasi sepenuhnya di AHU.

Pertumbuhan pesat RANS dalam lima tahun ini mencerminkan fenomena baru di Indonesia, di mana masyarakat memanfaatkan kekuatan personal branding untuk membangun ekosistem bisnis lintas sektor. Hal ini juga memicu diskusi publik mengenai pentingnya transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik di tengah posisi strategis yang kini diemban Raffi Ahmad di pemerintahan. (red)


Tinggalkan Balasan