KENDARI – Komoditas unggulan Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional.
Produk arang tempurung kelapa asal Bumi Anoa resmi melakukan ekspansi pasar melalui ekspor perdana ke negara Cina. Capaian membanggakan ini merupakan buah manis dari pembinaan intensif dan jejaring dagang yang dibangun oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sultra.
Wakil Ketua Umum KADIN Sultra, Sastra Alamsyah, mengungkapkan bahwa terbukanya gerbang ekspor ini bermula dari misi dagang kolaboratif yang dijalankan bersama KADIN Jawa Timur.
Dari sinergi antardaerah tersebut, pelaku usaha Sultra berhasil mendapatkan akses langsung ke pembeli di Cina.
“Iya, itu binaan KADIN Sultra hasil dari misi dagang bersama KADIN Jatim, sehingga kita dapat memperoleh pasar di Cina,” ujar Sastra.
Produk arang tempurung kelapa yang diekspor ini berasal dari Kabupaten Bombana, yang diproduksi oleh UD Bombana Zakir Grup.
Pelaku usaha lokal ini diketahui memiliki pengalaman panjang dalam memproduksi arang dan briket dengan kapasitas yang mampu memenuhi standar permintaan global.
Sastra menilai keberhasilan ini membuktikan bahwa komoditas daerah memiliki daya saing tinggi jika didukung oleh:

Pembinaan berkelanjutan.
Peningkatan kualitas produksi.
Perluasan jejaring dagang internasional.
Meski sukses menembus pasar Cina, KADIN Sultra menyoroti masih adanya kendala besar dalam skala ekspor, yakni dukungan pembiayaan.
Sastra berharap sektor perbankan dapat menghadirkan produk yang lebih intensif untuk menopang modal kerja hingga logistik ekspor daerah.
“Kita berharap ke depannya ada produk perbankan yang bisa fokus dan intens untuk mem-back up ekspor,” tegasnya.
Tak berhenti di arang tempurung, KADIN Sultra kini tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendorong potensi perikanan agar segera menyusul masuk ke pasar global.
Langkah ini diharapkan dapat terus memperkuat ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal di Sulawesi Tenggara. (red)


Tinggalkan Balasan