KENDARI, – Harga ayam potong di pasar tradisional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dilaporkan melejit hingga menembus angka Rp70.000 per ekor. Peningkatan ini memicu keluhan pedagang yang mengeklaim adanya pembatasan pasokan akibat prioritas pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kenaikan harga tersebut terpantau sudah terjadi sejak September lalu. Selain harga per ekor yang meroket, harga per kilogram juga naik dari kisaran Rp27.000 menjadi Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengaku pasokan yang mereka terima menurun drastis. Jika sebelumnya pedagang mampu memperoleh hingga 300 ekor ayam dalam satu kali transaksi, kini mereka hanya mendapatkan maksimal 150 ekor.

Pembatasan ini diduga karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Kendari menyerap ayam potong dalam kuantitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan program MBG besutan Presiden Prabowo. Tidak hanya ayam, komoditas lain seperti telur, beras, hingga bawang juga dilaporkan mengalami permintaan tinggi dari pihak SPPG.

“Dampaknya benar-benar terasa di pedagang, bukan hanya kita, penjual makanan juga,” tutur salah satu pedagang ayam, Selasa (6/1/2026).

Menyanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, membantah adanya kekeliruan stok secara sengaja untuk kepentingan program tertentu. Menurutnya, masalah utama terletak pada berkurangnya stok ayam yang masuk ke wilayah Kota Kendari.

“Menurut saya sebenarnya itu tidak dibatasi, tapi memang stok yang masuk di Kota Kendari berkurang,” kata Siska di Kantor Balai Kota Kendari beberapa waktu lalu.

Siska menambahkan, permintaan ayam potong di Kota Lulo memang sedang mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Terkait isu program MBG sebagai pemicu kelangkaan, ia mengaku belum mendapatkan laporan resmi.

“Insya Allah nanti kita tindak lanjuti . Saya belum tahu itu, saya belum dapat informasinya karena faktor apa,” ujarnya.

Guna mengatasi polemik ini, para pedagang mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pembentukan peternakan mandiri khusus untuk kebutuhan program MBG. Dengan adanya peternakan tersendiri bagi SPPG, diharapkan pasokan ke pasar tradisional tidak terganggu dan harga kembali stabil.

Hingga saat ini, para pelaku usaha kecil dan pedagang pasar berharap pemerintah kota maupun provinsi segera mengambil langkah nyata untuk menormalkan distribusi pangan di Kendari. (red)

10 / 100 Skor SEO