KOLAKA TIMUR,– Momentum Hari Jadi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) ke-13 menjadi ajang refleksi mendalam bagi para wakil rakyat.

Anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Partai PPP, Daswar, S.Pi., memberikan catatan kritis sekaligus mendorong terobosan baru dalam struktur pemerintahan daerah, yakni pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Daswar menilai, dengan masuknya sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di kawasan Kolaka Timur, kehadiran dinas khusus menjadi mendesak guna mengoptimalkan pengawasan dan pendapatan daerah.

“Soal ini, keberadaan Satgas PKH bentukan Presiden Prabowo sangat efektif, termasuk untuk beberapa IUP perusahaan nikel yang masuk dalam kawasan Koltim seperti PT Toshida Indonesia dan PT Vale,” ujar Daswar kepada media, Minggu (11/1/2026).

Legislator dari Dapil Sultra 5 ini menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam di Kolaka Timur, termasuk para pengusaha tambang galian C, membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Selama ini, pengawasan dan tata kelola sektor pertambangan dinilai belum maksimal karena belum adanya wadah birokrasi yang fokus menangani hal tersebut di tingkat kabupaten.

“Ini memang perlu menjadi perhatian khusus. Selain nikel, sumber daya alam dan beberapa pengusaha tambang galian C yang berada di Koltim butuh perhatian khusus dan regulasi yang jelas,” tegasnya.

Di tengah dorongan pembentukan OPD baru tersebut, Daswar juga memaparkan kado HUT ke-13 berupa program Jalan Mulus Antar Wilayah (JAMAAH) dari Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Pada tahun 2026, Koltim dijadwalkan mendapat pengaspalan sepanjang 10,5 KM dari Kecamatan Poli-polia hingga Lambandia.

Namun, ia tetap memberikan “rapor merah” pada aspek birokrasi yang masih perlu dibenahi.

“Rapor merah yang mesti dibenahi masih di seputaran birokrasi. Saat ini pemerintahan Koltim sedang bersih-bersih demi mengoptimalkan pelayanan publik yang lebih baik,” imbuh Daswar.

Menutup keterangannya, Daswar berharap di usia yang ke-13, Kolaka Timur mampu bertransformasi menjadi daerah yang lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alamnya.

Ia berkomitmen terus mengawal visi pemekaran agar Kolaka Timur semakin maju, aman, sejahtera, dan religius. (red)

8 / 100 Skor SEO