Kendari – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengaku dizalimi terkait penilaian kinerja tahun 2025. Penilaian yang awalnya berstatus ‘Di Atas Ekspektasi’ tiba-tiba berubah drastis menjadi ‘Di Bawah Ekspektasi’.
Informasi yang dihimpun, perubahan nilai tersebut diduga dilakukan secara sepihak setelah akun dan kata sandi ( password ) milik pimpinan langsung ASN tersebut diduga diminta oleh pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari.
“Semalam saya cek akun kinerja saya, tiba-tiba berubah menjadi di bawah ekspektasi. Padahal sebelumnya pimpinan saya menilai di atas ekspektasi,” ujar ASN yang enggan disebutkan identitasnya kepada media, Jumat (16/1/2026).
Terkait dugaan manipulasi nilai e-Kinerja tersebut, ASN yang bersangkutan mengakui telah mengkonfirmasi langsung kepada atasan langsungnya mengenai perubahan nilai yang tiba-tiba itu. Namun, sang pimpinan justru terkejut dan mengaku tidak melakukan perubahan apa pun pada sistem.
Berdasarkan pengakuan atasan ASN tersebut, akun dan password sistem e-Kinerja miliknya sempat diminta oleh oknum pejabat di BKPSDM Kendari pada sore hari sebelum nilai tersebut berubah.
Hal inilah yang diduga menyebabkan nilai tersebut bisa berubah secara sepihak tanpa sepengetahuan pemberi nilai awal.
Status ‘Di Bawah Ekspektasi’ dalam sistem ASN sendiri merupakan rapor merah yang sangat fatal. Penilaian tersebut mengindikasikan seorang ASN tidak produktif atau hanya datang untuk melakukan presensi tanpa bekerja, sehingga dinilai sangat merugikan bagi karier pengembangan dan integritas ASN yang bersangkutan.
“Ini bertolak belakang dengan keseharian saya bekerja. Saya merasa terzalimi,” tegasnya.

Hingga berita ini dimuat, pihak BKPSDM Kota Kendari belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan pengambilalihan akun dan perubahan nilai sepihak yang dikeluhankan tersebut. (red)


Tinggalkan Balasan