KENDARI – Transisi dari dunia taman kanak-kanak (TK) ke sekolah dasar seringkali menjadi tantangan bagi anak-anak.

Namun, pemandangan berbeda terlihat di SDN 35 Kendari. Sekolah ini mendadak menjadi perbincangan hangat karena gaya mengajar gurunya di kelas 1 yang dinilai sangat asyik, kreatif, dan penuh dedikasi meski harus menggunakan fasilitas pribadi.

Tak sedikit orang tua yang mengaku terkesan melihat anak-anak mereka kini sangat bersemangat berangkat sekolah setiap pagi.

“Anak saya sekarang selalu ingin cepat-cepat sampai sekolah. Katanya gurunya seru, belajarnya pakai layar (InFocus),” ungkap salah satu wali murid.

Dibalik keseruan belajar di kelas 1 SDN 35 Kendari, tersimpan cerita dedikasi yang menyentuh hati.

Demi menghadirkan suasana belajar yang modern dan tidak membosankan, sang guru rela membawa dan menggunakan InFocus Gimbal pribadi.

Hal ini dilakukan karena fasilitas InFocus milik sekolah diprioritaskan untuk kelas tinggi.

Tak ingin siswanya kehilangan keceriaan belajar, sang guru berinisiatif mengadakan fasilitas sendiri seadanya agar anak-anak kelas 1 bisa mendapatkan pengalaman belajar visual yang menarik.

“Sayangnya InFocus Gimbal yang saya gunakan kurang terang kalau ruang kelas terbuka, tapi tetap seru buat anak-anak hebat saya,” ujar sang guru dengan penuh semangat.

Mengajar kelas 1 SD membutuhkan stok kesabaran yang luar biasa. Para guru di SDN 35 Kendari tampak sangat telaten menuntun jemari kecil siswa yang baru belajar memegang pensil.

Metode pembelajaran interaktif—seperti menonton video edukasi melalui InFocus pribadi tersebut—terbukti ampuh membuat siswa fokus dan betah di dalam kelas.

Langkah guru yang rela berkorban menggunakan fasilitas pribadi ini mendapat apresiasi tinggi dari para wali murid.

Keikhlasan dalam mengubah keterbatasan menjadi keseruan belajar dianggap sebagai investasi besar bagi masa depan generasi emas Sulawesi Tenggara di SDN 35 Kendari. (red)

16 / 100 Skor SEO