Kendari – Aksi baku hantam melibatkan dua kelompok remaja perempuan pecah di kawasan Jalan Buburanda, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Peristiwa yang terjadi pada Senin (12/1/2026) dini hari itu diduga memicu saling ejek terkait istilah “Kaki Pekaru”.

Tim Perintis Presisi Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat mengamankan delapan remaja di bawah umur yang terlibat dalam pertikaian tersebut sekitar pukul 02.30 Wita.

“Kami menerima laporan adanya ringkasan. Saat tim tiba di lokasi, kami menemukan delapan remaja hendak adu jotos,” ujar Dantim Perintis Presisi Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, Senin (12/1).

Konflik ini bermula saat kedua kelompok tersebut sedang nongkrong di area Batbat, depan RSUD Kendari, Jalan ZA Sugianto. Di lokasi tersebut, terjadi ketegangan antara salah satu remaja dengan seorang wanita dari kelompok lain.

Situasi sempat mereda saat salah satu pihak meninggalkan lokasi. Namun bukannya pulang, remaja tersebut justru kembali membawa bala bantuan.

“Saya kira dia pulang, ternyata datang lagi bonceng lima. Mau borongi (mengeroyok) teman saya. Kami tidak salah karena kami didatangi,” ujar salah satu remaja perempuan dalam rekaman video yang beredar.

Guna mencegah pejabat susulan yang lebih besar, polisi langsung mengangkut delapan belas remaja tersebut ke Mapolsek Poasia.

“Mereka kami amankan untuk dimintai keterangan dan diberikan pelatihan,” tambah Bripka Boy.

Saat ini, delapan belas remaja tersebut masih berada di Mapolsek Poasia yang berlokasi di Jalan Badak, Kelurahan Rahandouna, untuk proses lebih lanjut. Polisi juga mengimbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak mereka, terutama saat dini hari. (red)

18 / 100 Skor SEO