KONAWE UTARA, – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan.
PT Adhi Kartiko Pratama (AKP) menjadi salah satu perusahaan yang dianugerahi piagam penghargaan atas partisipasi aktifnya dalam pengelolaan persampahan selama perhelatan akbar Festival Konasara berlangsung.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., pada malam penutupan Festival Konasara yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-19 Kabupaten Konawe Utara.

Selain PT AKP, penghargaan serupa juga diberikan kepada PT Makmur Lestari Primatama (MLP) dan PT Kembar Emas Sultra (KES).
Manajer Eksternal PT AKP, Stenly Waktu Sanggel, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa aspek lingkungan selalu menjadi pilar utama dalam setiap kebijakan perusahaan.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemda Konawe Utara. Bagi kami di PT AKP, keterlibatan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama pada momen besar seperti Festival Konasara, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud kepedulian nyata terhadap Bumi Oheo,” ujar Stenly di sela-sela acara.
Stenly menambahkan bahwa penghargaan ini akan menjadi tambahan energi bagi manajemen untuk terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan di wilayah operasional mereka.

“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh tim PT AKP untuk terus bersinergi dengan pemerintah. Kami berkomitmen agar keberadaan perusahaan dapat memberikan dampak positif yang selaras antara pembangunan ekonomi dan penjagaan ekosistem lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe Utara, Marjoni, S.KM., M.PH., dalam laporannya menyebutkan bahwa dukungan dari PT AKP sangat krusial dalam menjaga wajah kota tetap bersih meski dipadati ribuan pengunjung festival.
“Kolaborasi PT AKP dalam pengelolaan persampahan membantu kami memastikan bahwa kemeriahan perayaan HUT Konut ke-19 tetap berjalan tanpa meninggalkan residu sampah yang mengganggu. Ini adalah standar kolaborasi yang kita inginkan,” terang Marjoni.
Acara penutupan yang dihadiri oleh unsur Forkopimda dan jajaran OPD ini menegaskan pesan penting: bahwa sinergi antara pemerintah dan korporasi adalah kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah yang ramah lingkungan. (red)


Tinggalkan Balasan