KOLAKA TIMUR, – Momentum Hari Jadi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) ke-13 menjadi ajang refleksi mendalam bagi para wakil rakyat.
Anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Partai PPP, Daswar, S.Pi., memberikan catatan kritis mulai dari capaian swasembada beras hingga kendala anggaran yang membayangi pembangunan infrastruktur.

Legislator dari Dapil Sultra 5 ini menyebutkan bahwa di sektor pertanian, Koltim telah berhasil menjadi pilar ketahanan pangan untuk mendukung swasembada beras nasional sebagai program prioritas Presiden RI.
Namun, di balik prestasi tersebut, ia memberikan “rapor merah” pada tata kelola birokrasi daerah yang perlu segera dibenahi.
“Rapor merah yang mesti dibenahi masih di seputaran birokrasi. Saat ini pemerintahan Koltim sedang bersih-bersih demi mengoptimalkan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Daswar dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Sebagai kado HUT ke-13, Daswar menyampaikan kemajuan program unggulan Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yakni Jalan Mulus Antar Wilayah (JAMAAH).
Pada tahun 2026, Koltim dijadwalkan mendapat pengaspalan sepanjang 10,5 KM yang membentang dari Kecamatan Poli-polia hingga Lambandia, serta beberapa ruas jalan yang masuk usulan Inpres Jalan Daerah (IJD).

Namun, ia mengingatkan tantangan fiskal yang berat bagi kabupaten berjuluk Wonua Sorume ini.
“Kita terkendala dengan besarnya pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) Sultra di angka Rp 986 miliar. Ini sangat berpengaruh untuk pengalokasian jembatan, ditambah besarnya belanja pegawai untuk P3K di tahun 2026,” jelasnya.
Di sisi lain, Daswar mengapresiasi keseriusan Gubernur Andi Sumangerukka dalam memeratakan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan, terutama di wilayah 3T Kolaka Timur demi peningkatan SDM yang merata.
Sementara di sektor kesehatan, ia mendesak percepatan proyek RS dari Kemenkes agar pasien dengan kondisi berat tidak lagi harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Menutup evaluasinya, Daswar menegaskan pentingnya kehadiran Satgas PKH bentukan Presiden Prabowo untuk mengawasi operasional perusahaan di kawasan Koltim.
Ia berkomitmen untuk terus mengawal visi pemekaran agar Kolaka Timur semakin maju, aman, sejahtera, dan religius. (red)


Tinggalkan Balasan