Perdetiknews.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang menampilkan penderitaan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Eka Arwati.

Dalam video yang diunggah akun Voice Indonesia tersebut, wanita asal Sulawesi ini tampak menangis dan mengungkap perlakuan keji yang dialaminya di Oman.

Eka Arwati mengaku selama tiga bulan bekerja, dirinya kerap mendapatkan kekerasan fisik hingga mengungkapkan seksual dari sang majikan.

Dalam potongan video tersebut, Eka Arwati terlihat sangat tertekan saat menceritakan kondisinya. Meski sudah dua bulan didera sakit yang tak kunjung sembuh, ia tetap dipaksa bekerja oleh majikannya. Jika menolak, pukulan demi pukulan harus ia terima.

“Saya diperlakukan tidak manusiawi. Saya memukul, dipaksa bekerja, padahal keadaan sakit,” ungkap Eka Arwati dalam rekaman video tersebut dengan wajah penuh kesedihan.

Penderitaan Eka semakin berat setelah ia mengaku juga menjadi korban mengungkapkan seksual oleh majikannya. Upayanya untuk meminta perlindungan dengan kembali ke pihak badan (kantor) selalu berujung pada kekerasan fisik. Sang majikan menolak keras memulangkannya dan justru terus melakukan penyiksaan setiap saat.

“Saya sudah meminta balik ke kantor, tapi majikan tidak mau. Dia memukul saya dan memaksa saya bekerja. Sampai melecehkan saya dan setiap saat dia memukul saya,” tambahnya dengan isak tangis.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi detail keberadaan Eka Arwati di Oman masih misterius. Video ini pun kini menjadi tumpuan harapan bagi keluarga agar Pemerintah Indonesia, khususnya KBRI di Muscat dan BP2MI, segera melacak koordinat keberadaan Eka untuk dilakukan evakuasi darurat.

Publik Sulawesi kini menanti langkah nyata otoritas perlindungan tenaga kerja luar negeri demi menyelamatkan nyawa Eka Arwati dari cengkeraman majikan yang tidak manusiawi tersebut.  (red)

54 / 100 Skor SEO