KENDARI,  – Sebuah dugaan penacatan nama tokoh nasional dalam karangan bunga ucapan selamat memicu aksi protes keras di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kejadian ini terekam dalam dua potongan video yang beredar, menampilkan pernyataan tegas terhadap penggunaan nama tanpa izin di ruang publik.
Dalam rekaman video pertama berdurasi 56 detik, terlihat seorang pria berbaju putih melakukan aksi pencopotan paksa huruf-huruf di sebuah papan bunga. Papan bunga tersebut berisi ucapan “Selamat & Sukses” yang ditujukan kepada Rektor Unsultra.
Pria tersebut secara manual mencabut rangkaian huruf yang membentuk nama Mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Idham Azis, M.Si., dari dasar papan bunga yang berwarna hijau. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena pihak yang berkepentingan merasa keberatan atas pencantuman nama tersebut dalam karangan bunga di lingkungan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).
Berlanjut pada rekaman video kedua berdurasi 13 detik, pria yang sama melakukan penelusuran ke sebuah toko penyedia jasa karangan bunga ( florist ). Di lokasi tersebut, ia mengonfirmasi kepada seorang karyawati toko mengenai asal-usul pesanan yang mengatasnamakan “Pak Idham”.
Sambil menunjukkan bukti percakapan di telepon selulernya, pria tersebut menegaskan persetujuan dari pihak keluarga. Ia menyampaikan bahwa pihak istri dari Jenderal (Purn) Idham Azis telah menyatakan persetujuan secara langsung melalui pesan singkat.
“Dilarang, jangan dipasang ini. Orangnya sudah keberatan,” ujar pria tersebut sambil meminta klarifikasi dari pihak toko mengenai siapa oknum yang memesan papan bunga tersebut. Karyawati toko tampak mencoba memeriksa data pesanan untuk mencari tahu identitas pemesan asli yang mencatut nama mantan orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia tersebut.
Hingga saat ini, belum diketahui motif di balik pencantuman nama tokoh nasional tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat mengenai pentingnya konfirmasi dalam penggunaan nama tokoh publik untuk menghindari kesalahpahaman. (red)


Tinggalkan Balasan