KENDARI – Di balik seragam sipil yang kini dikenakannya, jiwa prajurit Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) tidak pernah luntur. Dalam diskusi akhir tahun bersama jurnalis di lobi Kantor Gubernur, Rabu (31/12/2025), ia menegaskan bahwa menata Sulawesi Tenggara tidak memerlukan rumusan rumit.

Baginya, hanya ada dua kompas yang ia pegang teguh sejak dilantik: kebenaran dan kebaikan.

Prinsip ini bukan sekedar pidato, melainkan fondasi dari setiap kebijakan yang ia sampaikan selama 10 bulan memimpin Bumi Anoa bersama Hugua.

Bagi ASR, prinsip “kebenaran” diwujudkan dalam akurasi kerja dan transparansi data. Ia tidak ingin masyarakat disuguhi laporan “asal bapak senang”. Hasilnya terlihat pada sektor infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi:

  • Fakta Jalan: Dalam 10 bulan, 36 kilometer jalan provinsi yang sebelumnya terbengkalai kini mantap diaspal. Targetnya 2026? Minimal 40 kilometer lagi harus tuntas.

  •  Seluruh paket pekerjaan irigasi tahun 2025 mencapai kemajuan fisik 100 persen .

  • Normalisasi sungai dan pembangunan talud pengamanan pantai dilakukan tanpa kompromi untuk memastikan petani dan warga pesisir aman.

Bukti “kebenaran” dalam karya ini pun divalidasi oleh pemerintah pusat melalui Peringkat Ketiga Nasional Bina Marga Sutami Award 2025 dan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik .

Jika kebenaran adalah soal profesionalisme, maka “kebaikan” adalah soal empati. ASR menyadari bahwa pembangunan fisik tidak akan berarti jika anak-anak Sultra masih terganjal biaya sekolah. Diakhirinya ia menunjukkan aksi filantropi yang jarang ditemukan di kursi kekuasaan.

Ia menghibahkan seluruh gaji dan dana operasional gubernur untuk program beasiswa. “Saya datang ke sini untuk mengabdi. Tahun ini Rp4 miliar sudah tersalurkan, dan tahun 2026 kita lipat gandakan menjadi Rp10 miliar,” ungkapnya dengan nada tegas namun tenang.

Kebaikan ini juga diakui secara nasional dengan diterimanya Baznas Award 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat dan apresiasi dari komunitas literasi nasional.

Menutup diskusi hangat tersebut, ASR mengingatkan para insan pers bahwa statusnya sebagai “produk baru” di pemerintahan daerah tidak menjadikannya besar akan masalah lapangan. Pengalamannya sebagai Danrem dan Kabinda Sultra di masa lalu menjadi “orang lama” yang tahu bertahan di mana lubang-lubang masalah berada.

Dua prinsip tersebut—kebenaran dan kebaikan—kini menjadi identitas baru bagi Pemerintah Provinsi Sultra. Perpaduan antara disiplin militer yang menuntut hasil nyata dan ketulusan sipil yang merangkul rakyat Jelata.

Rangkuman Capaian Utama 2025:

  1. Infrastruktur : 36 KM jalan tuntas & Irigasi 100%.

  2. Sosial: Hibah gaji untuk beasiswa (Target Rp10 Miliar pada tahun 2026).

  3. Integritas: Peraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik.

  4. Ekonomi: Top Pembina BUMD Awards 2025. (red)

53 / 100 Skor SEO