KENDARI – Air mata WJ belum sempat mengering usai melepas kekecewaan buah hatinya tujuh hari lalu. Namun, di tengah suasana duka yang masih mengurung rumahnya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ia justru harus menelan pil pahit yang lebih getir: dikhianati oleh suaminya sendiri.
Sabtu (24/1/2026) pagi, saat keluarga besar sedang sibuk mempersiapkan tahlilan dan doa pelepasan hari ke-7 meninggalnya sang anak, WJ justru mendapati suaminya, berinisial SR, sedang asyik berduaan dengan wanita lain di sebuah kamar kos.
Penggerebekan yang memilukan ini terjadi di Jalan Balai Kota III, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia. SR didapati tengah bersama seorang wanita berinisial D di dalam kamar tersebut.
Kemarahan Keluarga WJ tak terbendung. Salah satu anggota keluarga, inisial AD, mengungkapkan betapa teganya SR meninggalkan tanggung jawab moralnya sebagai seorang ayah yang baru saja kehilangan anak.
“Kami ini sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan pelepasan hari ke-7 kematian keponakan kami, anak mereka sendiri (SR dan WJ). Tapi dia malah di sini,” ujar AD dengan nada penuh mengecewakan.
Lokasi penggerebekan yang berada di jantung kota ini sempat memicu kepadatan warga sekitar sebelum akhirnya pihak kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan keadaan.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau , membenarkan bahwa telah terjadi pengamanan pasangan tersebut ke markas kepolisian. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri oleh pihak keluarga yang terlanjur emosi.
“Iya benar, kami amankan sementara waktu. Keduanya (SR dan wanita D) sudah berada di kantor. Untuk perkembangannya nanti kami informasikan lebih lanjut,” ujar AKP Welliwanto saat dikonfirmasi.

Jarak lokasi penggerebekan di Kelurahan Pondambea hanya terpaut sekitar 4,7 kilometer atau 12 menit perjalanan menuju Markas Polresta Kendari di Jalan DI Panjaitan. Hingga kini, SR dan wanita selingkuhannya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait laporan dugaan perzinaan. (red)


Tinggalkan Balasan