JAKARTA – PT Jasa Raharja genap menginjak usia 65 tahun pada Senin (5/1/2026). Di usia yang matang ini, perusahaan pelat merah tersebut menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan publik yang relevan, berkelanjutan, dan berbasis pada empati kepada masyarakat.
Upacara peringatan HUT ke-65 ini digelar secara hybrid dan diikuti oleh seluruh jajaran manajemen serta karyawan (Insan Jasa Raharja) dari Kantor Pusat, Kantor Wilayah, hingga pelosok cabang di seluruh Indonesia. Momentum ini menjadi titik balik perusahaan untuk meningkatkan standar perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Selama lebih dari enam dekade, Jasa Raharja telah menjadi garda terdepan dalam menjalankan mandat negara. Sekretaris Perusahaan PT Jasa Raharja, Dodi Apriansyah, menyampaikan bahwa esensi dari setiap layanan yang diberikan adalah memberikan kepastian perlindungan bagi masyarakat di masa-masa sulit.
“Pelayanan santunan adalah inti mandat Jasa Raharja. Fokus kita adalah menjaga kualitas layanan agar benar-benar dirasakan masyarakat. Kecepatan, ketepatan, dan empati bukan pilihan, melainkan standar minimum kehadiran negara,” ujar Dodi di Jakarta.
Menjawab tantangan zaman, Jasa Raharja kini gencar melakukan digitalisasi proses layanan secara end-to-end. Integrasi data kecelakaan dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) terus disempurnakan demi mempercepat proses pencairan santunan tanpa mengabaikan aspek akuntabilitas.
Selain di sektor hilir melalui santunan, Jasa Raharja juga memperkuat sektor hulu melalui:
Penguatan ekosistem keselamatan: Program pencegahan kecelakaan berbasis data wilayah.
Integrasi sistem: Sinergi dengan rumah sakit dan kepolisian untuk klaim yang lebih cepat.
Budaya Kerja: Menanamkan nilai melayani sepenuh hati sebagai identitas perusahaan.
Refleksi dan Keberlanjutan
HUT ke-65 ini dimaknai sebagai refleksi atas kualitas layanan yang telah diberikan. Jasa Raharja berkomitmen agar sistem yang dibangun tidak hanya responsif terhadap laporan kecelakaan, tetapi juga berkelanjutan dalam menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola dana yang transparan dan berintegritas.
“Melalui penguatan sistem dan peran aktif petugas di lapangan, kami ingin memastikan bahwa setiap hak masyarakat terpenuhi dengan cara yang manusiawi dan profesional,” pungkas Dodi.



Tinggalkan Balasan