KENDARI, – Pemerintah Kabupaten Muna terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) terkait implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), Senin (22/12/2025).
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan langsung oleh Bupati Muna Bachrun bersama Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar di Gedung Tower Bank Sultra, Kendari. Kesepakatan ini menandai peralihan sistem pembayaran belanja operasional dari metode konvensional ke berbasis kartu yang lebih modern.
Implementasi KKPD merupakan bagian dari mandat regulasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan APBD. Dengan sistem ini, setiap transaksi belanja operasional instansi pemerintah daerah dilakukan secara non-tunai, sehingga rekam jejak keuangan menjadi lebih akurat dan mudah diaudit secara real-time.
Bupati Muna Bachrun menjelaskan bahwa adopsi KKPD bukan sekadar mengikuti tren digital, melainkan upaya mendasar dalam memperkuat pengendalian internal. Menurut dia, pengurangan transaksi tunai secara signifikan akan meminimalkan risiko administratif dan potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
“Penerapan KKPD bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan belanja, mengurangi peredaran uang tunai dalam birokrasi, serta mendorong transparansi yang lebih kuat. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan setiap rupiah anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bachrun.
Selain aspek pengawasan, penggunaan kartu kredit ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi belanja daerah. Proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu panjang dalam sistem tunai, kini dapat dilakukan dengan lebih taktis namun tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, Bachrun menegaskan bahwa pembenahan tata kelola keuangan harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi riil. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Muna tengah memfokuskan program pembangunan pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industrialisasi.
Kabupaten Muna memiliki komoditas unggulan berupa jagung dan udang yang dinilai memiliki potensi pasar sangat besar. Efisiensi anggaran hasil dari digitalisasi sistem pembayaran diharapkan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih sehat untuk mendukung industrialisasi sektor-sektor tersebut.

“Potensi jagung dan udang di Muna sangat luar biasa. Jika tata kelola pemerintahan kita sudah efisien dan transparan, kita bisa lebih fokus pada pengembangan industri yang langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat,” tambah Bachrun.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif digitalisasi Pemkab Muna. Sebagai mitra perbankan daerah, Bank Sultra berkomitmen menyediakan infrastruktur teknologi finansial yang andal guna memastikan implementasi KKPD berjalan lancar dan mendukung percepatan ekonomi di Kabupaten Muna. (red)


Tinggalkan Balasan