KENDARI, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menekankan pentingnya pengelolaan zakat sebagai instrumen sosial untuk mewujudkan keadilan ekonomi. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pendistribusian dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) akhir tahun di kantor Baznas Sultra, Rabu (24/12/2025).
Dalam agenda tersebut, sebanyak 113 penerima manfaat mendapatkan bantuan dari total dana sebesar Rp 115 juta yang terkumpul selama periode Oktober hingga Desember 2025.
Bukan Sekadar Ritual Keagamaan Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa penyaluran zakat memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar kewajiban ritual. Baginya, zakat adalah solusi nyata untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Anoa.
“Dana ZIS yang disalurkan hari ini bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi menjadi harapan, ikhtiar, dan jalan perubahan bagi kehidupan para mustahik,” ujar Andi dalam sambutannya di halaman Kantor Baznas Sultra.
Sasar Pekerja Non-ASN hingga Pelaku UMKM Penyaluran akhir tahun ini mencakup berbagai program strategis, mulai dari paket logistik keluarga hingga bantuan modal usaha. Secara simbolis, Gubernur menyerahkan bantuan modal untuk UMKM, program bengkel motor (Z-Auto), serta jaminan sosial ketenagakerjaan (JKK-JKM) bagi para dai, marbut, dan imam masjid.
Penerima manfaat kali ini difokuskan pada pegawai harian non-ASN, petugas keamanan, serta tenaga kebersihan dengan penghasilan di bawah Rp 3 juta per bulan. Gubernur menilai bantuan ini sangat tepat sasaran dalam membantu kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Apresiasi dan Imbauan bagi ASN Atas capaian tersebut, Andi Sumangerukka memberikan apresiasi kepada pengurus Baznas Sultra yang dinilai telah bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat adalah kunci utama optimalnya pengumpulan dana umat.
Ia pun mengimbau kepada jajaran ASN di lingkungan Pemprov Sultra, karyawan BUMN/BUMD, hingga masyarakat mampu untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi pemerintah.

“Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat, kita terus mendorong penguatan ekonomi umat guna mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sultra, Punardin, menjelaskan bahwa pendistribusian ini merupakan agenda wajib tahunan agar dana yang terkumpul dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam tahun anggaran yang berjalan.


Tinggalkan Balasan